Tirom teupecrah –Tirom oseng-oseng Aceh

Image

Selama tinggal di Jakarta, saya belum pernah berhasil menemukan tirom or tiram bahasa Indonesianya. Padahal, kalau di Aceh gampang. Mamak di Sigli malah sering didatangi nyak-nyak penjual tirom yang jualan door to door. Ini menu favorit saya dan Emilio kalo kebetulan lagi “mudik” ke Aceh.

Cuma kalau beli tirom kudu teliti. Masalahnya banyak tirom yang pas dimasak tiba-tiba jadi mengkerut dan lebih banyak airnya. Kalau sudah begini, nyak-nyak penjual tirom yang door to door lebih bisa dipercaya J

Saya masih ingat waktu SD, mamak pernah memborong tirom beserta kulit-kulitnya. Kami semua terpaksa harus kerja bakti memecahkan kulit tiram itu cuma untuk mendapatkan isinya. Benar-benar tidak ada kerjaan. Hehehe…

Eniway, daripada ngalor ngidul entah kemana, kita masak yuk… mareee…

BAHAN:

  • Tirom dong… (sepiring tanpa air) –cuci bersih
  • Bawang merah 4 siung
  • Bawang putih dua siung
  • Cabe merah dan hijau (tergantung selera)
  • Lada setengah sendok teh
  • Ketumbar satu sendok teh
  • Daun salam koja atau daun kari
  • Daun pandan
  • Jahe seiris
  • Lengkuas seiris
  • Ie Limeng (nah, ini air yang keluar dari proses pembuatan asam sunti  yang dimasak – biasanya dimasukkan ke dalam botol dan bisa tahan bertahun-tahun)
  • Minyak untuk menumis 3 sendok makan
  • Garam secukupnya
  • Gula sedikit
  • Mecin (kalau suka)

CARA EKSEKUSI

  •  Iris cabe, bawang merah, bawang putih
  • Panaskan minyak di api yang sedang, tumis daun salam koja dan daun pandan kemudian masukkan irisan cabe, bawang merah, bawang putih, jahe dan lengkuas
  • Masukkan tirom yang sudah dicuci, aduk
  • Masukkan lada dan ketumbar, aduk
  • Masukkan Ie limeng dua sendok makan
  • Biarkan tirom mendidih (biasanya air dari tirom akan keluar jadi kita tidak perlu tambahkan air)
  • Masukkan garam, gula dan mecin.
  • Jangan lupa dirasa, kalau asamnya masih kurang bisa ditambahkan Ie limeng lagi secukupnya
  • Angkat dan siap dihidangkan.

NB: Buat yang tidak punya Ie limeng bisa diganti tomat atau asam sunti. Pokoknya masak kudu jalan terus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s