UPEACE, Mahasiswa dan Kehidupannya…

Wahhh…. Setelah punya waktu luang, baru deh saya mampu untuk aktif di blog ini lagi. Padahal sudah lumayan lama juga absen.. eniwey, bagi saya tetap belum terlambat memperkenalkan kampus United Nations Mandated University for Peace atau UPEACE, yang sudah menjelang lima bulan ini memberikan ilmu ke saya.

Image

Photo: Penampakan universitas dari gerbang

 

Meskipun tidak terkenal sebagaimana kampus-kampus di belahan bumi lainnya, (Juga tidak terkenal di Indonesia karena baru 20 orang Indonesia yang lulusan UPEACE) saya merasa kampus ini cocok buat mereka yang ingin tahu soal konflik dan peace studies, juga tata kerja organisasi setingkat United Nations ato PBB dalam mengurus konflik di belahan dunia

Image

Photo: Tiga mahasiswa indonesia tahun 2013-2014 ki-ka Puri (International Law and Human Rights), Nani (International Peace Studies) dan June (Government security and environment)

 

Setelah tiba di kampus ini Agustus 14 2013 yang lalu, saya menemukan beberapa fakta menarik soal mahasiswa, kehidupan kampus, dosen dan juga bagaimana kita harus bertahan hidup di Costa Rica.

Siapa tahu tulisan ini berguna buat mereka yang kebetulan akan menempuh pendidikan di sini.

  • Tahun 2013 ini jumlah mahasiswa UPEACE sekitar 120 an dan berasal dari 40 negara dengan berbagai macam backgrounds. Semua akan belajar selama Agustus 2013- May 2014, dan wisuda dilakukan di dua Negara: Philipina dan Costa Rica. —NOTE: sebanyak 30 mahasiswa UPEACE adalah pemegang beasiswa Asia Leadership Program (ALP) dari Nippon Foundation dan mereka kuliah di dua kampus; UPEACE dan Ateneo University
  • Dosen kampus ini selain dosen tetap UPEACE juga visiting professor dari beberapa belahan dunia yang sudah sangat ekspert di bidangnya. Misalnya salah satu dosen saya untuk mata kuliah Media and Communication in conflict prevention adalah professor Alvaro Sierra, asal kolombia yang sudah 25 tahun malang melintang sebagai wartawan di Colombia, Cina, Rusia, dan beberapa Negara Asia dan menguasai lebih dari 3 bahasa. Ada juga ahli gender Prof Nadine yang juga bekerja di UNDPKO atau Departemen peace keeping operationnya PBB.

Image

Photo: Department peace and conflict studies…

 

  • Bahasa pengantar di kampus adalah bahasa inggris, tapi bahasa di Costa Rica adalah Bahasa Spanyol. Jadi lebih baik diusahakan mengerti sedikit2 bahasa ini daripada kebingungan hehehe…minimal ucapan dasar seperti selamat pagi, halo, apa kabar, ini berapa, terima kasih, maaf dll… Sampai sekarang saya tidak habis pikir kok masyarakat sama sekali tidak bisa bahasa Inggris.
  • Meskipun kuliah di UPEACE lumayan santai karena hanya pada pagi hari jam 9 a.m sampai jam 12. p.m  tapi jangan senang dulu. Para professor biasanya memberikan bahan bacaan yang luar biasa banyaknya hingga sampai 150 halaman untuk kuliah keesokan harinya. Tugas membaca bukan tugas satu-satunya karena biasanya ada tugas tambahan seperti beberapa buah paper, tugas presentasi kelompok, bahkan kadang-kadang quiz. Tergantung mood sang dosen.
  • Bicara soal tugas kelompok, mungkin ini tren di UPEACE. Sejak pertama di wawancara masuk ke kampus, saya sudah ditanya apa bisa bekerja dalam tim. Jadi buat yang biasa bekerja sebagai single fighter yah boleh siap-siap menyesuaikan diri karena kerja tim itu tidaklah mudah. Semua harus bisa membawa diri dan tidak boleh egois. Hihihi… ini tantangan luar biasa menurut saya karena kita bekerja sama dengan oprang-orang yang berasal dari Negara lain yang beda sikap, tingkah laku dan sifanya.
  • Pada masa saya jumlah mahasiswa perempuannya lebih banyak ketimbang laki-laki. Tiga mahasiswa perempuan dibanding 1 mahasiswa laki-laki. Mereka kebanyakan tinggal di dua kawasan yaitu  El-Rodeo yaitu dekat dengan kampus UPEACE atau Ciudad Colon yaitu kota yang jaraknya sekitar 15 kilo dari kampus UPEACE  Untuk yang tinggal di Ciudad Colon biasanya disediakan bus dengan 4 jadwal berbeda. Bis terakhir biasanya meninggalkan kampus pukul 4.30 sore.

Image

Photo: Kawasan pebukitan di El Rodeo, kalau malam dari situ kita bisa menyaksikan cantiknya kota San Jose, ibukota Costa Rica

 

  • Ini informasi lumayan penting. Semua barang di Costa Rica itu MAHAL. Jadi siap-siap kaget. Harga secangkir kopi yang rasanya biasa-biasa saja itu 1700 colones atau sebangsa Rp 35 ribu. Mahasiswa disini (kebanyakan dari Asia) mengeluh soal harga yang luar biasa mahal, mungkin karena mata uangnya juga yaa J. Masak sendiri jadi alternative kalau mau menghemat. Kebetulan disini banyak sayuran dan kacang-kacangan, jadi buat yang vegetarian tidak perlu khawatir
  •  Mahasiswa UPEACE paling suka acara kumpul-kumpul. Ada aja alasan untuk bisa kumpul, mulai dari acara ultah, acara habis satu mata kuliah, acara perpisahan dengan dosen, acara hari inilah, acara hari itulah. Saya pernah mendapatkan 5 undangan acara kumpul-kumpul dalam satu hari! Belakangan saya tahu kenapa mereka hobinya ngumpul, rupanya mereka membawa makanan masing-masing dan tukeran makanan di pesta, jadi acara tidak membebani pihak penyelenggara… hihihi…

Image

 

Nah, itu beberapa informasi soal kehidupan di UPEACE siapa tahu berguna… sampai ketemu…😀

2 thoughts on “UPEACE, Mahasiswa dan Kehidupannya…

  1. Hi there, I’m glad to see your story during APS programme at UPEACE. I was planning to apply it too this year. Perhaps can we communicate further about this APS thingy? I need to hear the opinion from the other fellow Indonesian. Bests.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s