Belajar disiplin langsung dari komunis sejati

My friend:


Merry Christmas and Happy new year!
The year of 2013 is coming and the 2012 is leaving. In 2012, we experienced many things,such as the global rumor that the Dec.21 is the last day of us:)

CPC’s biggest thing is the 18th national congress. China’s new leaders are busy in making their ideas to reality. My colleagues and I have made the E-magzine on it. You can find out what kind of people President Xi is and what will be the top priority for China’s new leaders.

Best wishes!

Yours sincerely
Kou Li yan

 

Email itu tiba di inbox saya tepat sehari setelah perayaan tahun baru 2013. Saya kenal Kou saat saya dan beberapa wartawan Asia memenuhi undangan  perayaan ulang tahun Communist Party of China (CPC) di Cina. Saya sempat surprise karena Kou masih ingat untuk mengimel ucapan tahun baru.

Mr Kuo Li Yan, kombinasi militer Cina dan CPC member
Mr Kuo Li Yan, kombinasi militer Cina dan CPC member

Yang pasti, email dari Kou membuka memori saya saat di Cina, termasuk juga kenangan-kenangan yang kini banyak membuat saya tertawa sendiri.

Selama hampir dua minggu  saya dan teman-teman wartawan di Cina, Kou adalah guide dan penerjemah kami. Dia mendampingi kami mengunjungi 4 kota di Cina; Beijing, Zhuhai, Zhaoqing, dan Guang Zhou.

Dia juga selalu berada disamping kami saat kami mengunjungi great wall, China Museum, ink stone factory, Judge Bao gate, CPC headquarter, Foreign Ministry building, berlayar malam hari untuk melihat gemerlapnya Makao dari kapal dan menyaksikan sandiwara tradisional China.

Sandiwara tradisional China yang disaksikan di Zhuhai...
Sandiwara tradisional China yang disaksikan di Zhuhai…
Belajar sejarah Cina di National Museum of China yang letaknya tepat di depan Lapangan Tienanmen yang kondang itu
Belajar sejarah Cina di National Museum of China yang letaknya tepat di depan Lapangan Tienanmen yang kondang itu

Kou guide yang baik dan dia bangga dengan bahasa inggrisnya yang lumayan bagus (kebanyakan narsum yang saya wawancara saat itu memilih untuk mengunakan bahasa Cina dan harus diterjemahkan ke Inggris ).

Setelah beberapa hari, saya tau Kou itu ternyata mantan prajurit militer Cina yang kemudian memilih pensiun untuk mengabdi pada CPC. Bisa dibayangkan Koo merupakan  kombinasi militer dengan anggota partai komunis. Jadi tidak heran selama perjalanan kami di Cina, kami kudu disiplin, tepat waktu dan jangan pernah terlambat!

Semua dalam hitungan menit. Makan 30 menit. Ambil foto 10 menit. Ke kamar mandi 5 menit. Selain itu saya dan teman-teman harus makan sesuai jadwal. Makan pagi pukul 7.30 pagi, makan siang pukul 12.00 tengah hari dan makan malam pukul 6.00 sore. Tidak ada snack atau kopi di saat pertemuan dan acara. Yang ada hanyalah teh hijau, air mineral (dengan merek yang tidak pernah sama) dan buah-buahan.

Saya nyaris stress karena tidak menemukan kopi saat berdiskusi dengan orang-orang CPC. Bahan diskusi yang begitu berat (kami bicara soal ekonomi Cina, politik Cina, Korupsi di Cina, masyarakat Cina, sejarah Cina) membuat saya sering berjuang melawan kantuk.

Nama saya dalam tulisan kanji... Iseng-iseng diambil saat diskusi dengan CPC members
Nama saya dalam tulisan kanji… Iseng-iseng diambil saat diskusi dengan CPC members

Kou ikut serta juga dengan kami berjalan berkilo-kilo meter di beberapa lokasi, termasuk ke sebuah air terjun yang pernah didatangi beberapa pimpinan komunis Cina terdahulu. Lokasinya di sebuah kuil Budha yang cukup jauhhhhh. (saya menyesal tidak pernah latihan fisik untuk persiapan kunjungan ini)

Jalan kaki di kawasan Zhaoqing saat matahari tepat di atas kepala... ayo semangat comrades
Jalan kaki di kawasan Zhaoqing saat matahari tepat di atas kepala

Kou juga mengorganisir bahan back ground saat kami berkunjung ke beberapa sites yang ada di schedule. Itu bukan bahan background biasa karena kertasnya banyaaaaakkkk sekali. Belum termasuk buku dan CD. Saya merasa seperti akan menghadapi ujian karena disodori bahan bacaan yang luar biasa banyaknya.

Tugas Kou lain adalah mengumpulkan paspor saat kami akan cek in di hotel dan juga –yang paling penting– menghitung untuk memastikan jumlah kami tetap sama.

Teman dari Pakistan yang kebetulan orangnya sudah tua dan sedikit lamban mengeluh kalau jam biologisnya berantakan setelah tinggal di Cina.

”I usually have dinner at 9 p.m. But now I have to eat at 6. p.m., when I am not hungry,” katanya serius.

“It seems we are in a military camp. A communist military camp,” teman dari India menyambung.

“This is the reason why Chinese people are managed in developing their country. They have discipline, which we don’t have,”  teman dari Bangladesh ikut buka suara.

“Well, we are here to know better about CPC. Meeting and long march will be part of the invitation,” balas saya menepuk teman Pakistan yang terlihat makin lelah dengan kometar teman-teman lain.

Menjelang seminggu, saya dan teman-teman mulai terbiasa dengan disiplin ala Mr Koo.  Kami mulai berhenti protes dan mulai enjoy. Saya mencatat dua kali tidak sempat mandi sore dan terpaksa pergi ke acara selanjutnya dengan badan berkeringat hingga jam 11 malam.

Suatu saat saya bertanya pada Kou mengapa dia bekerja begitu keras dan meyakini kalau komunis adalah ideology terbaik di Cina.

Kou mengatakan kalau Cina mengadopsi ideology komunis yang sudah diadaptasi dengan kondisi kekinian Cina. Negaranya tidak mengambil mentah-mentah faham komunis sebagaimana negara komunis lainnya di dunia ini.

”Di dunia ini, negara kami berada dalam sistem kerajaan sejak berabad-abad. Kami merasa bangga kini bisa lepas dari faham itu dan mengunakan komunis sebagai faham kami,” katanya sewaktu saya mengajaknya berdiskusi di atas kapal yang berlayar melintasi kota Makao di malam hari.

Dia meyakini suatu saat Cina akan menjadi negara terbesar di dunia.

“Pemimpin kami bekerja begitu keras untuk mensejahterakan Cina, dan kami sebagai anak buahnya harus bekerja dua kali, bahkan tiga kali lebih keras dari pemimpin kami,” ujarnya berapi-api.

Dia mengaku saat ini dia tidak memiliki rumah sendiri dan kadang-kadang harga-harga di Beijing sangat mencekik leher. Kou bukan asli Beijing, tapi dia mengatakan tidak pernah pulang ke kampungnya (saya lupa nama kampungnya) karena dia tidak sanggup membeli tiket. . Satu-satunya kemewahan yang dia dapatkan adalah bisa mendapatkan makan siang gratis di kantornya.

Saya mangut-mangut.

“Miss Nani, saya dan orang-orang Cina saat ini tidak merasa masalah bekerja keras untuk Cina yang lebih baik ke depan. Karena kami yakin, anak-anak kami yang akan menikmati hasil kerja kami saat ini,”

Kali ini saya berhenti mangut-mangut.  Saya langsung teringat negara saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s