Sang Penyemangat

WE ARE THE HAPPY COUPLE
WE ARE THE HAPPY COUPLE

Sudah hampir dua minggu saya sakit. Ini bukan sakit biasa, melainkan sakit serius karena saya benar-benar stuck di rumah dan tidak bisa kemana-mana. Dan selama sakit ini, hanya satu orang yang selalu stand-by menjaga saya, meyakini saya kalau saya pasti akan sembuh. Orang ini tak lain dan tak bukan adalah suami saya Emilio, A.Ka Pak Tato.

Kami sudah menikah 5 tahun, tetapi saya bisa merasakan bahwa Emilio bukan laki-laki biasa. Dia selalu mendukung saya, termasuk ambisi-ambisi saya yang kadang-kadang tidak masuk akal. Dia selalu menghibur saya saat saya gagal, minder atau merasa pesimis.

Dia bahkan paling mendukung saat saya berkeinginan sekolah lagi (meskipun sempat meledek, kok setua saya masih punya ambisi sekolah).

Selama ini di tengah kesibukannya, Emilio selalu mengantar dan menjemput saya bolak balik ke airport Soekarno Hatta yang menyebalkan itu. Terutama saat saya harus tugas ke luar kota, kursus pendek atau dinas luar negeri.

Saya tahu terkadang Emilio sebal dengan pekerjaan saya sebagai wartawan, tapi dia tetap mendukung karena pekerjaan tu yang membuat saya bahagia.

Saat saya berhasil menjebol dua beasiswa sekaligus yaitu NZAS dan UPEACE, tidak seperti suami lain yang suka memaksakan kehendak, Emilio justru menyerahkan keputusan pada saya.  Saya yakin bila Emilio seperti suami lain, dia pasti akan ngotot meminta saya mengambil NZAS karena dia bisa ikut menghabiskan waktu bersama saya di negara yang indah itu.

Kenyataannya dia justru tetap bergembira saat saya memutuskan untuk ke UPEACE yang kampusnya jauh di ujung berung sana dimana saya akan menghabiskan waktu 10 bulan dalam kesendirian di Kosta Rica.

“Yang penting, dirimu bisa jadi sesuatu selesai sekolah. Bukannya kembali ke kehidupan sebelum sekolah. Itu sama saja bohong,” katanya.

Emilio percaya,  orang harus berubah saat melanjutkan sekolah karena tanggung jawabnya lebih besar pada masyarakat. Sekolah bukan aji mumpung bisa menikmati kehidupan luar negeri dan fasilitas beasiswa (sebagaimana yang dilakukan banyak orang).  Tetapi ada hal besar di balik itu yaitu perubahan kedepan yang lebih mendasar.

Dalam kondisi sakit seperti sekarang ini, saya merasa optimis untuk bisa sembuh, karena Emilio selalu menyemangati saya. Saya berharap suatu saat saya bisa berganti posisi menyemangatinya, seperti yang selalu dia lakukan pada saya…

Emilio, I love you full…🙂

One thought on “Sang Penyemangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s