Asam Keumamah Atjeh

Tadi malam  adik sayaTina mentweet saya memberitahu kalau hari ini ada festifal masakan Aceh di kampung saya Aceh sana. waduh seketika itu liur saya menetes. Saya membayangkan pasti banyak sekali masakan Aceh tempo lalu yang disajikan.

Informasi itu menyebabkan saya jadi berpikir untuk ikutan mengepost salah satu masakan yang cukup beken di Aceh. Masakan itu mengunakan  ikan kayu atau bahasa Acehnya Eungkot Keumamah. Sejarah Aceh menyatakan kalau masakan Aceh itu masakan “Perang” karena bahan-bahannya menganut unsur-unsur: awet, tahan lama, tidak mudah basi, tapi bisa menambah nafsu makan. Eungkot Keumamah itu memenuhi semua unsur tadi  :)

Waktu jaman perang di Aceh dengan Belanda, para pengungsi Aceh yang bersembunyi dalam kurok-kurok  (semacam persembunyian dalam tanah) selalu punya saja menu yang enak. Nah nenek saya bilang menu Asam Keumamah ini termasuk idola para pengungsi.🙂

Meskipun perang sudah berakhir, resep ini tetap menjadi idola kami di rumah. Ibu selalu rajin memasak menu ini untuk sarapan. Meskipun cuma bertemankan menu seperti ini saja, tapi kami semua bisa nambah dua kali🙂 Bahkan suami saya emilio yang tidak pernah tahu sejarah menu ini juga ketagihan.

Nah mari kita mulai

BAHAN

1. Eungkot keumamah (Ikan Kayu) — rendam sampai empuk dan suwir-suwir tipis

(Note : Buat yang tidak punya Eungkot Keumamah, berikut cara membuatnya :

Sediakan ikan tongkol. Ikan itu dipotong, dicuci kemudian direbus sampai matang. setelah matang, dijemur di sinar matahari sampai benar-benar kering dan keras seperti kayu. Masa penjemuran bisa berhari-hari, tergantung panasnya matahari. Untuk pengawetan bisa dibalurkan tepung dan simpan ditempat yang kering. Ikan itu bisa bertahan sampai tahunan, asal tidak salah membuatnya)

2. Cabai rawit merah, bisa juga cabe merah besar tergantung selera

3. Bawang merah 4 siung

4. Bawang putih 1 siung

5. Asam Sunti 3 buah ( Note: Asam sunti itu adalah belimbing sayur yang dikeringkan dijemur di panas matahari berhari-hari sampai kering kecoklatan, dan setiap diangkat selalu dicampur dengan garam sebagai pengawet)

6 Jahe sedikit saja

7. Daun Kari (kalau bahasa Acehnya oen temurui)–bisa juga ditambahkan daun pandan biar lebih wangii😀

8. Kelapa sangrai satu sendok yang dihaluskan (kalau bahasa Acehnya U teuleue)

9. Minyak untuk menumis

10. Garam, gula, mecin (kalau mau)

11. Sedikit air

CARA MEMBUAT:

Bahan 2,3,4,5,6 dihaluskan. tambahkan bahan 8.

Semua bahan diaduk dengan suwiran eungkot keumamah

Tumis bawang yang dirajang (kira-kira satu siung saja) dengan daun kari.

Setelah wangi, masukkan eungkot keumamah yang sudah dicampur bumbu — Trust me, baunya mak nyossss

Tambahkan air sedikit. Biarkan mendidih sampai akhirnya eungkot keumamah bersatu padu dengan bumbu

Masukkan garam (secukupnya), gula (sedikit saja yaaa) dan mecin (kalau mau rasanya lebih kuat)

Angkat setelah air habis dan masakan mulai berminyak…

Angkat, sajikan dengan nasi hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s