Asma

Menurut saya asma itu penyakit orang hebat. Terbukti salah satu idola saya Che Guevara ternyata menderita asma..🙂 . Kadang orang menganggap sakit asma itu penyakit yang cemen alias tidak perlu ditanggapi serius, tapi buat saya penyakit ini lumayan meresahkan. Apalagi kalau musim flu menyerang.

Kalau dipikir-pikir…saya sudah berteman dengan yang namanya penyakit asma sejak kelas 1 SD. Kumat pertama saat saya sedang mengunjungi keluarga sepupu ibu di Medan sebelum kembali ke Jakarta. Yang saya ingat, tiba-tiba saya susah bernafas dan semuanya gelap. Saya baru sadar ketika di klinik dekat rumah sepupu ibu.

Siapa sangka paska kejadian di medan itu saya tidak pernah bermasalah dengan asma. Saya pikir saya sudah sembuh total, tapi saya keliru. Mendadak penyakit itu datang lagi di tahun 1997 kali ini lebih dasyat. Saya tidak bisa tidur kalau bantal tidak tumpuk tiga, dan berteman dengan obat-obatan dari dokter yang jumlahnya segambreng.

Saya sempat cuti setahun dari kampus gara-gara asma. Berharap bisa berobat tuntas. Tidak pernah saya terpikir kalau asma tidak pernah bisa sembuh, yang harus dilakukan adalah mengendalikan penyebab asma.. :( 

Salah satu tempat berobat saya adalah dokter –mungkin dia professor– di kawasan Medan. Kabarnya dia sangat mumpuni di bidang menangani alergi dan asma. Setelah cek darah, air seni dll dst dsb, akhirnya dokter itu menyatakan kalau saya penderita alergi berat. Kalau istilahnya normal alergi itu diangka 100, maka saya diatas angka 500..

Sekarang dokter itu akan memutuskan alergi apa saja saya. Lengan saya bagian bwah ditusuk-tusuk dengan jarum arah memanjang kemudian di atas belasan bekas tusukan jarum tadi dokter meneteskan macam-macam jenis cairan yang diambil dari botol-botol kecil. Kalau bekas tusukan jarum itu membengkak, tandanya saya alergi  pada cairan itu. Hasilnya? saya alergi susu, coklat, kacang, bulu binatang, makanan berminyak, keju, serbuk bunga, mentega, dll dst dsb…–sepertinya saya alergi semua makanan dehh–

Dokter kemudian memberikan inhaler, sebagai usaha preventif saya kalau penyakit “keren” ini menyerang..Mungkin dokter itu tahu saya bukan tipe orang yang mau berpantang makanan. Coklat adalah makanan favorit saya dan kucing dulu pernah jadi binatang kesayangan saya.

Sejak saat itu saya pun deal dengan penyakit asma. Kemana-mana saya membawa inhaler dan juga obat alergi kalau inhaler itu tidak mempan. Semakin lama berteman dengan asma itu, saya semakin mengerti kapan asma itu akan menyerang. Paling sering sih kalau  flu dan batuk, atau  kalau stres dengan pekerjaan kantor.

Nah, berhubung saat ini saya sepertinya akan flu berat, mungkin ada baiknya saya bersiap-siap..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s