60 menit bersama mantan FBI

Jadwal wawancara sudah diset pukul 7 P.M hari Rabu tanggal 10 Oktober 2012

Lokasi wawancara: Grand Hyatt Hotel –dekat bundaran HI (selalu saja saya suka lupa lokasi hotel-hotel di Jakarta. Yang paling teringat justru Hotel Borobudur simply because the food is delicious…)

Bahan untuk background wawancara sudah diberikan sehari sebelumnya oleh bos Rendi, tujuh files. Total  17 halaman (dicopi ke halaman word)

Yang akan diwawancara bernama Ali Soufan, mantan agen FBI,berkewarganegaraan Amerika, asal Libanon, pengarang buku Black Banner yang cukup kontroversial, dan yang pasti pria ini katanya anti sama kekerasan untuk interogasi teroris.

Celakanya, jadwal wawancara bapak ini bertabrakan dengan deadline reportage. Jadi konsentrasi saya pecah, antara persiapan wawancara dan mengecek printil-printil fakta di tulisan satu halaman koran itu..😦

Akhirnya pukul 6 lewat 15 menit kami berangkat. Kami? ya, selain saya juga ada ibu editor senior Ati Nurbaiti dan bapak editor opini Pak Imanuddin. Kami naik taksi menuju Grand Hyatt..

Jakarta yang super macet (bukan hal baru lagi) membuat kami tiba di Grand Hyatt jam 7.30 (oh nooooo)

Beruntung ibu sekertaris pak Ali ternyata orangnya baik banget. Dia bersedia menunggu.

Kami wawancara di Fountain lounge, ditemani kacang goreng, teh, dan soda lemon

#Fakta tentang Ali Soufan: COOL, SMART dan ganteng hihihi…

credit photo: bloomberg/google

Dia pakai cincin kawin di jari kirinya..

Orangnya asyik dan sepertinya dia tahu banyak soal al Qaeda..

Sepanjang wawancara kami bertanya banyak hal dari soal bukunya, kenapa dia anti sama torturing methods dan lain-lain.

sepanjang wawancara, suara biduan di lounge itu membuat saya dan para senior editor itu terpaksa harus ekstra keras untuk bisa mengerti apa saja yang dikatakan pak Ali.

Sepanjang wawancara saya melihat kok tampang mantan FBI ini beda banget sama film-film FBI yang biasa saya tonton?

Dan sepanjang wawancara saya berharap rekaman saya bisa befungsi dengan baik…

Akhirnya setelah sejam, kami pamitan.. Banyak hal yang bisa kami dapatkan, terutama fakta yang menyatakan kalau tanpa penyiksaan pun, pihak berwajib bisa mendapatkan data yang mereka inginkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s