Jajan? Think first

Tulisan ini mungkin agak menjijikkan. Tapi apa boleh buat. As a friend I have to remind you.

Ini serius lho,  karena sudah beberapa kali dapat pengalaman buruk saat mau jajan di Jakarta Sejak  itu saya bertekad untuk  makan di rumah. Nggak apa-apa deh  harus masak sendiri yang penting bersih dan enak. Toh kalau ingin masak sesuatu yang sering dijual pedagang, kita bisa mencari resepnya di internet (terima kasih Tuhan atas tehnology yang canggih ini…😀

Tapi kalau harus sekali jajan diluar perhatikan penjualnya.. (it is difficult to do karena kita tidak tahu ngapain aja si penjual sebelumnya)

Tulisan ini bukan mau menjatuhkan usaha kecil yang selama ini menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis (taelaaaa), tapi cuma peringatan saja supaya kalau jajan harus hati-hati. Terus terang saja, semakin banyak penjual makanan gerobak atau warung yang tidak lagi peduli dengan kebersihan…

Beberapa pengalaman ini adalah: (Mendadak perut mual…)

1. Saudara ipar saya pernah ingin jajan ketoprak sama pedagang ketoprak keliling. Sang pedagang biasanya nongkrong di dekat rumahnya. Saat ipar saya tiba di gerobak ketoprak, dia melihat tukang ketopraknya sedang bersihin daki kaki dengan tangannya..Langsung ipar saya itu kehilangan nafsu makannya

2. Saya, suami dan beberapa temannya iseng mau jajan bakso di kawasan Tangerang. Kami mampir di sebuah warung. Yang beli lumayan ramai dan antri sehingga tukang baksonya kerja ekstra cepat. Siapa sangka, tukang baksonya ternyata ingusan dan ingusnya nyaris jatuh ke mangkok bakso yang kami pesan.

3. Beberapa kali saya memergoki tukang jualan keliling yang lagi ngupil dan kemudian melayani pesanan tanpa cuci tangan

4. Hati-hati dengan keringat penjual, kadang-kadang suka jatuh ke makanan yang kita pesan (ini kalau udara lagi panas dan dia sibuk melayani pembeli sehingga tidak sempat ngelap keringat). Saya pernah lihat penjual gado-gado yang sibuk ngulek, tidak peduli keringat yang bercucuran.

5. Ada kalanya banyak penjual yang tidak cuci tangan saat baru menerima atau mengembalikan uang. Padahal uangnya kotor dan lecek.

6. Ini yang sering terlupakan, air ember cucian piring yang kadang kotor sekali. Sementara konsumen seperti kita dengan cueknya makan di piring yang dicuci di air kotor tadi.

7. Belum lagi “benda-benda” ajaib seperti rambut di makanan kita

8. Belum lagi bahan untuk membuat makanan itu, seperti kadang penjual nakal memakai daging tikus untuk penganti daging ayam di mie ayam mereka…

9. DST

Sooo… hati-hati selalu yaaa

One thought on “Jajan? Think first

  1. Hii….. Menzizikkan yaa… Mungkin perlu ada yg ksh tau mereka untuk memperhatikan kebersihan.. Kasian juga ntr kalo ga ada yg beli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s