Bukan Cinderela

Buat saya, warga komuter di Jakarta memang para pejuang yang luar biasa. Kenapa? They can deal with traffic jam.

Macet di Jakarta memang sudah sangat keterlaluan. Sekarang saya butuh waktu dua jam bahkan lebih untuk mencapai kawasan Jagakarsa dari kantor saya nun jauh di Palmerah sana. Padahal setahun yang lalu kondisi tidak separah ini. Persoalan akan lebih complicated kalau busway  terjebak macet, jalan-jalan terkena banjir atau KRL Jabodetabek sedang bermasalah dengan jaringan saat hujan tiba. Komuter seperti saya bisa menunggu puluhan menit, kesemutan berdiri dan bersabar. L

Untuk menghindari kesialan seperti itu, biasanya saya memutuskan untuk pulang lumayan malam. Asumsi saya, macet sudah terurai saat pukul 22.00 malam.

Kalau kebetulan saya berada di kantor, biasanya saya pulang dengan Bu Yohana, editor Desk World yang baik dan keibuan itu. Beliau dijemput langsung oleh suaminya. Karena arahnya sama-sama ke Depok saya sering numpang mobilnya. Suaminya adalah aktivis HAM yang cukup dikenal dan disegani. Jadi sambil pulang saya sering tanya-tanya soal HAM dan background berita. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui😀

Kalau tidak ada bu Yohana, saya biasanya pulang dengan KRL terakhir bersama editor National Mas Wawan yang juga jurusannya sama-sama Depok. Cuma dengan Mas Wawan saya lebih sering sport jantung. Lebih sering kami selisih kurang dari 5 menit sebelum kereta terakhir tiba. Jadi banyak adegan lari mengejar kereta ketimbang jalan biasa. Ketika tiba di dalam kereta, jelas saya keringatan berat dan ngos-ngosan.

Dengan seringnya saya pulang diatas jam 22.00, maka mau tidak mau saya sering menjadi “Cinderela”  alias tiba di rumah hanya beberapa saat sebelum pukul 24.00 teng. J

Istilah Cinderela itu dipakai oleh suami saya setiap saya pamit ke kantor atau liputan. Suami tidak pernah bertanya jam berapa pulang, melainkan dengan istilah ”Apa malam ini jadi Cinderela?” dan saya akan jawab ”Iya, saya siap jadi Cinderela malam ini”

Saat menulis di Blog ini, saya kebetulan tidak jadi Cinderela. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, saya tiba di rumah pukul 18.00 WIB.  Dan rasanya gimana gitu menjadi orang normal..  :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s